Minggu, 25 Oktober 2015

REVIEW NOVEL PROMISES: Emosi naik turun itu manusiawi, kayak kisah novel ini


Judul                  : Promises
Penulis               : Kristi Jo
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah hal.        : 232 halaman
Bingkisan dari @RizkyMirgawati dan @KristiJoe29 

********************************

Halo ... akhirnya kelar baca novel ini. Untuk kali pertama juga baca karya penulis. Sebenarnya hanya butuh waktu baca beberapa jam aja, kok, tapi karena ada satu dan lain hal yang bikin tunda-tunda , akhirnya baru tuntas dua hari ini.

Di sini bakal ada review singkat aja karena menurutku terbilang nyaris nggak ada cacat di novel ini. 

Awalnya aku memang males sama tema persahabatan tapi duh ... yuk, langsung baca kesanku baca novel hadiah ini :)

********************************

Gilak, baca ini emosi dibikin guling-guling! Para tokohnya ekspresif semua (ya, iyalah namanya anak muda 20 th). 

Sabtu, 24 Oktober 2015

REVIEW NOVEL REWRITE: Kepergian dan kehadiran, keduanya melengkapi seperti adanya


Judul               : Re-Write
Penulis            : Emma Grace
Jumlah Hal.     : 256
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit    : 2015
Bingkisan dari @fiksimetropop dan @emmagrac3
--------------------------

Novel ini semula hanya aku tahu dari layar komputer, dan setelah membaca blurb-nya, aku langsung ngeklik. Spontan aku berpikir, “Bisakah aku mendapatkan novel ini?”. Pucuk dicita ulam pun tiba. Walaupun kuis dan gratisan, aku bersyukur. Hadiah dari-Nya tuh datangnya nggak disangka-sangka. :D Setuju?

Well, yuk masuk review Re-Write setelah enam hari (sampai hari ini) ikut berpartisipasi dalam Baca Bareng Minjul (BBM_ReWrite) by @fiksimetropop. Simak, yuk!
------------------

“Ketika kau mencintai seseorang, terluka adalah syaratnya. Itu adalah harga yang harus dibayar. Kau akan terluka oleh dan karena orang yang kaukasihi.”—Beth.

Beth Samodro memiliki keluarga yang amat mencintainya, tak pelak membuat dia berani memberikan cinta kepada seorang Jared Tanudjaja. Sayang, berulang kali dikecewakan oleh cowok yang dia sukai sejak SMA itu, tak membuat Beth jera. Hal ini jelas membuat Derick Bhrasongko geram setengah mati. Tapi Rick—demikian panggilannya—tak bisa membenci gadis itu terlalu dalam. Perlahan namun pasti, rasa kagum dan cinta justru tumbuh di hatinya. Cinta yang bukan menye-menye, tapi cinta yang tumbuh karena rasa dekat terhadap sebuah cerita masa lalunya.

Ya, Rick memiliki masa lalu yang pahit, tentang keluarganya. Membuatnya tak ingin Beth mengalami hal yang sama. Pun Beth juga punya kisah manis sendiri bersama keluarga tercintanya. Manis sekaligus pilu. Pilu yang membuatnya harus bisa belajar merelakan, melepaskan, dan membuka pintu hatinya kembali.

Kisah dua insan yang saling menemukan meski berlandaskan luka dan amarah, membuat keduanya bisa saling menguatkan. Bukankah sudah seharusnya begitu? Beth dan Rick mengajakmu untuk menyelami dunia mereka lebih dalam di Re-Write.

Minggu, 13 September 2015

GEDEBUK

sumber
Jaranan, jaranan, jarané jaran Tèji ... Sing numpak Mas Ngabèhi, sing ngiring para abdi ... Jrèk jrèk nong, Jrèk jrèk gung, Jrèk è jrèk turut lurung ... Gedebuk krincing (2x) ... Thok thok ... Gedebuk jedhèr


Angguk-angguk. Geleng-geleng. Tak sadar kepalaku bergerak kecil mengikuti alunan lagu jaranan ini. Tentu sajalah, sudah tiga belas tahun aku tak menonton kesenian tari jaranan—disebut juga kuda lumping! Tidak peduli matahari sedang terik menebar panasnya, toh, di atasku ada juluran ranting-ranting kokoh beringin tua kompleks punden desaku ini. Pun aku dan ratusan penonton kesenian ini, tidak merasakan sedikit saja aura mistis. Padahal asal kalian tahu, di sebelah utara persis punden, ada permakaman leluhur pembabat alas desa kami. Dan alasan kami semua berkumpul di sini, menonton pertunjukan jaranan dalam rangka memperingati acara tahunan bersih desa pada bulan Suro1 begini.
Tapi ... satu saja yang membuatku (cukup) sumpek.
“Kamu yakin kesenian ini asli dari Kediri?” tanya si Raksasa Botak—badannya menjulang mencolok di antara seluruh penonton yang hadir, ditambah kepala plontos kinclong—setengah berteriak. Bicaranya cukup lancar tapi masih berlogat daerah asalnya.

Senin, 06 Juli 2015

Konsep Pernikahan Impian

Hhmmm ... ngomongin pernikahan rasanya seru kalau ngebahas konsep pernikahan impian. :D

Sejujurnya belum terpikirkan secara rinci juga mau konsep pernikahan seperti apa. Tapi kebayang banget kalau:


Prewed (kalaupun ada :D) adalah ala Judika dan Duma Riris sambil duduk di kap jeep sambil sok asik, baju kasual namun rapi. Tapi kali ini bukan di Bromo. Cukuplah Gunung Kelud jadi settingnya. Apalagi nggak ada sumpah serapah pasangan di sana bakal putus, kan? Mengingat legendanya yang mengisahkan pengkhianatan Dewi Kilisuci dari Kediri kepada manusia setengah hewan: Lembu Suro dan Mahesa Suro. Emm ... abaikan soal mitos, legenda, dan bla-bla-bla. Pengin aja prewed di alam tapi bukan laut. Karena agak keder liat laut. Kalaupun agak keder sama ketinggian, toh nggak ke puncak Gunung Kelud juga, kok. Pokoknya feel-nya macem Judika dan Duma Riris


sumber