Minggu, 27 Oktober 2013

Blogger atau Bukan, Aku Tetap Menulis


Selamat datang di dunia alfabetika. Dunia rangkaian huruf-huruf alfabet. Aku menamainya demikian karena di sinilah aku menumpahkan nyaris semua yang ada di otakku.
Dulu sih, sebenarnya tahu blog itu wadah untuk curhat. Tapi tampaknya aku tak berbakat artis yang mengumbar kehidupan pribadi :D Hehehe. Jadi, kualihkan saja pada hal lain. Dan, akhirnya pada suatu hari –entah tanggal, bulan dan tahun berapa- aku punya ide untuk menge-post semua cerpen-cerpenku atau bahkan puisi-puisiku di blog. Kalau perlu tulisan artikel juga –kalau aku memang bisa membuat sebuah artikel-. Aku berpikir, asyik kali ya, jika kita membuat blog berisi karya-karya kita, orang di belahan dunia manapun pasti tahu karya kita walau ada yang tak mengerti bahasanya (pengunjung dari luar negeri).
Akhirnya, aku post semua cerpen-cerpenku, untuk puisi ternyata dari tahun 2009 aku membuat blog ini cuma satu puisi, :P. Lalu, sesekali aku juga menulis tentang curhat(curahan hati)anku tapi bukan yang teramat pribadi. Malu lah kalau terlalu pribadi. Blog itu salah satu wadah untuk kita mencitrakan diri juga, loh. Sama kaya akun media sosial lain. Kita bisa “dibaca” orang dari apa dan bagaimana kita menulis sesuatu. Tapi selama ini, sekalipun aku keep  curhatan paling pribadiku, aku tak bermaksud melakukan pencitraan diri yang terlalu lebai. Cukuplah prinsipku, aku harus memanfaatkan blogku ini supaya bermanfaat untuk orang lain. How? Ya, melalui cerpen-cerpenku itu. Aku berbagi kemampuanku yang masih level pemula dalam menulis fiksi dan juga ada beberapa karya non-fiksi. Aku juga sedikit “menghibur” pengunjung blogku dengan satu atau dua kisah sedih atau menggembirakan yang aku alami secara pribadi dan riil.
Meskipun blogku belum terkenal tapi setidaknya, sahabat-sahabat karibku sering mengunjungi blogku. Artinya, blogku tak jelek-jelek amat, kan :p.
Blog adalah sarana aku menunjukkan eksistensiku dalam bidang menulis sehingga bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. Itulah esensi blog untukku yang pertama. Esensi kedua adalah blog memberiku kesenangan karena respon yang cukup baik dari beberapa pengunjung, termasuk para sahabatku :p. Mereka juga memberikan saran dan kritik yang membangun. Dengan demikian, aku juga bisa belajar untuk meningkatkan kualitas menulisku dan lebih untuk aspek yang lebih luas lagi, aku bisa belajar bijaksana menerima saran dan kritik dan orang asing bahkan yang sama sekali belum pernah aku temui sebelumnya. J
Aku mungkin bisa dibilang blogger, bisa juga tidak. But anyway, aku akan terus menulis dan menyebarkan kebermanfaatan yang -mungkin- bisa kuciptakan darinya, termasuk menulis di blog.
Selamat hari blogger nasional, guys ;)



#Tulisan ini untuk lomba memperingati hari blogger nasional oleh @NBC_IPB

Rabu, 23 Oktober 2013

Kamu Pantas Bahagia (#FF2in1 @NulisBuku, edisi Kamis, 24 Oktober 2013) - #CeritaNada @Septantya


Risa sedang sibuk memilih-milih novel romans terbaru di sebuah toko buku. Bulan ini ia harus menambah stok novel terbaru untuk bahannya menulis sebuah novel. Ia butuh referensi baru.
Tibalah tatapan matanya ke sebuah rak buku tak jauh dari rak novel semula ia berdiri menghadap. Rak komik. Memori otak Risa seketika teringat pada Tino. Deretan komik Slam Dunk berjejeran di sana dan merupakan favorit Tino semasa ia kecil. Tino, cinta pertamanya itu bermimpi menjadi seorang pebasket legendaris seperti Michael Jordan. Risa mengamini keinginan Tino dan berjanji akan selalu di samping Tino ketika berlaga di lapangan kelak.
Tapi semua itu hanya kenangan ucapan belaka, tak pernah terbukti karena mereka berpisah ketika SMA. Risa pindah ke Aussie mengikuti ibunya yang melanjutkan S3 di sana. Akhirnya mereka lost contact sebab ternyata Tino juga turut serta orangtuanya ke Afrika untuk bertugas di kedubes RI di sana.
Pilu tak dapat ditolak. Risa patah hati hanya karena kendala komunikasi. Hingga zaman “pencerahan” datang. Risa amat berterima kasih pada Mark Zuckerberg yang menciptakan facebook. Ia cari sedemikian rupa nama Tino Surawi di grup-grup sekolah SD dan SMP. Finally, Risa mendapatkan alamat facebook Tino. Semenjak itu ia sering mengirim pesan pribadi atau ke dinding facebook Tino . Tapi apa? Tino tak pernah membalasnya. Risa makin sakit hati. Kenapa Tino tak pernah membalas pesannya?
Tahun demi tahun terlewati sampai Risa lupa rasanya sakit hati sebab Rey datang menawarkan obat sembilu pilu hati Risa karena ketidakjelasan hubungannya dengan Tino. Risa tak bisa menolak Rey karena segala yang ada dalam diri Rey di mata Risa sudah bisa menggantikan posisi Tino.
Tapi... ketika Risa sudah nyaman dan memasrahkan hidup kepada Rey sepenuhnya, Tino muncul tanpa permisi. Ya, tiba-tiba suatu hari Tino mem-follow akun instagramnya kemudian berlanjut pesan whatsapp yang tiada diduga Risa. Dan tak hanya itu, Tino ingin menjalin hubungan yang telah terputus. Risa menyanggupinya tapi hanya sebagai teman biasa. Tampak raut wajah Tino kecewa. Tapi, hidup harus terus berjalan.
“Kamu sudah merasakan hari-hari buruk tanpa kejelasan dariku. Kamu pantas hidup bahagia, Ris. Maafkan aku, ya,” ujar Tino suatu sore kepada Risa. Mereka sengaja bertemu untuk memperjelas hubungan mereka selama ini.
Risa mengangguk dan meneteskan air mata. Kini hatinya memang untuk Rey seorang. Dan Tino hanya akan menjadi teman yang pernah mengisi hari-harinya dan membuatnya manis. Kini ada Rey yang akan mewarnai hari-hari Risa untuk selamanya.
"Sayang, pilih novelnya sudah?" suara Rey membuyarkan konsentrasi Risa pada masa lalu dan beberapa hari lalu dengan Tino yang tidak Rey ketahui.
Risa segera menghapus air matanya dan tersenyum simpul pada Rey.
"Belum ada yang baru, Mas. Besok-besok lihat lagi. Atau aku lihat di online shop aja,"
Rey mengangguk dan menggamit tangan Risa  keluar dari toko buku. Risa menyandarkan kepalanya di pundak Rey. Rasa nyaman selalu ia dapatkan dari Rey semenjak Rey datang suatu ketika menghapus semua hari buruk yang pernah dilaluinya. Rey meyakinkan dirinya bahwa dirinya tak akan mengalami hari-hari buruk itu.

(inspired by Daniel Powter- Bad Day)

*note:
Nah, ini adalah bagian flash fiction @nulisbuku yang kedua yang aku ikutsertakan. Tapi nggak kepilih juga. :')) Jadi, ini aku usahakan edit sedemikian rupa untuk ikutan  acara #CeritaNada by @septantya untuk latihan nulis secara disiplin berdasarkan lirik lagu. 
Semoga sudah tepat aturan sebagai flash fiction dan kalian suka membacanya. :)
By the way ini lanjutan yang bagian ke-1, sih. Aku bikin kayak berlanjut. Terima kasih :)

Cinta Lama (tak) Bersemi Kembali (FF2in1 @NulisBuku, edisi Kamis, 23 Oktober 2013)


Risa membuka iseng akun instagramnya. Tak banyak foto yang dia upload di sana. Maklum dia bukan maniak berfoto diri. 
Jempolnya menggulir layar sentuh ponselnya ke bawah lalu masuk jendela profilnya. Ada angka 38 untuk kolom followernya. Risa melebarkan matanya. Ternyata bertambah satu followernya. Segera ia menyentuh singkat layarnya untuk mengetahui siapa follower terbarunya tersebut.
Pacemanis. Demikian salah satu nama akun tersebut. Risa melebarkan matanya. Penasaran siapa gerangan pemilik akun dengan nama tersebut.
Beberapa detik berikutnya, Risa menutupi mulutnya yang spontan membentuk huruf “O”. Itu cinta pertamanya pas SD! Pemuda pindahan dari Papua. Risa lebih tak percaya lagi ketika si hitam manis tapi ingusan kala SD itu berubah menjadi lelaki tampan dan merupakan pebasket profesional di liga basket kasta tertinggi negeri ini. Risa sudah lebih tahu itu ketika di facebook beberapa tahun lalu tapi ketika ia amati kali ini di instagram, begitu banyak foto Tino -demikian namanya disebut- sungguh membuat hati Risa kembali klepek-klepek berkali-kali lipat.
"Kamu semakin tampan dan terlihat mature, Tin," gumam Risa. "Tapi kenapa kamu tiba-tiba mem-follow akunku? Padahal setiap aku kirim pesan ke wall-mu, kamu nggak pernah balas. Kenapa?" lanjut Risa.
Beberapa detik kemudian bunyi ringtone kicauan burung ponsel Risa berbunyi. Satu pesan Whatsapp. Nomor baru. Risa mengernyit. Siapa?
Hai, Risa! Masih ingat aku? Tino. Apa kabar si Gula Jawa manis?"
Risa seketika jumpalitan. Tino mengiriminya pesan. Alamaaakk... Tino juga masih memanggil nama kesayangan semasa mereka TTM-an aliasa Teman tapi Mesra kala mereka SD. Risa merasa matanya mulai berkaca-kaca.
Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan konsentrasi Risa.
"Honey, aku pulang!" suara lelaki dari luar pintu kamar Risa.
"Ya, Mas? Mas sudah pulang?" teriak Risa dari dalam kamar. Ia segera mengembalikan layar ponselnya ke wallpaper home-nya. Hatinya dag-dig-dug tak keruan. Jangan sampai Rey tahu Tino mengiriminya pesan manis seperti itu. Jangan! Rey pasti cemburu buta nanti. 
Risa bergegas menghampiri Rey, suaminya yang telah ia nikahi selama 2 tahun ini.
Maaf, Tino... baiknya aku nggak membalas pesanmu. Dulu ketika aku mengirimu pesan, kamu nggak pernah membalas. Sekarang, aku sudah nggak ada alasan menunggu balasan pesanmu. Karena aku sudah berdua. Cinta memang banyak bentuknya. Mungkin tak semua bisa bersatu. Dulu kita mungkin memang sepasang sepatu, mungkin. Tapi kini, aku sudah mendapatkan pasangan yang pas untuk aku melangkah ke manapun aku pergi.

(inspired by Tulus band- Sepatu)


*note:
Cerita ini kemarin aku ikutkan flash fiction yang diadakan @nulisbuku. Berhubung nggak kepilih, so tak apalah. Belajar flash fiction jadinya. Semoga tepat aturan untuk bisa disebut flash fiction. Saran dan kritik ditunggu, ya :)
 Dan satu lagi, nama akun instagram tersebut di atas, real loh. Beliau emang pebasket profesional NBL Indonesia. namanya, vinton nolland surawi. jatohnya kayak fan fiction versi flash fiction jadinya ya... hehehe... 


Selasa, 22 Oktober 2013

Lelaki dari Ujung Timur Indonesia (Vinton Nolland S)




Hai, lama nggak ngeblog. Kali ini cuma mau cerita aja, intermezo lah ya.
Jadi, saya lagi seneng banget beberapa hari terakhir. Kenapa?
Penyebabnya adalah orang ini:


Sumber: NBL Indonesia
Do you know who is he?
#devilssmile #kipaskipas
Dia pebasket profesional National Basketball League (NBL) Indonesia yang cukup punya nama karena bagusnya dia main. (maaf-maaf kata ya, saya nggak ngeh sama permainan basket tapi saya suka nonton basket karena pemainnya “bening2”. #tepokjidat #rahasiakebuka)
Dia adalah pemain pertama yg bikin jantung mau copot :D
Lihat saja tampangnya, mature dan tampan :) #kedipkedipmata
Saya tahu dia.. ah, lupa sebut nama, perkenalkan namanya Vinton Nolland Surawi, putra Papua. Jadi, saya tahu dia itu ketika saya nonton liga profesional basket kasta tertinggi Indonesia ketika namanya belum NBL, melainkan IBL (Indonesia Basketball LEague) yang ada di bawah naungan Perbasi (kini NBL dikelola oleh PT. DBL).
Nah, kala itu sekitar akhir Mei atau awal Juni 2009, saya diajak teman dekat nonton IBL (yang kala itu adalah kisah akhir IBL, tahun berikutnya/ 2010 sudah berganti NBL) di GOR Kertajaya Surabaya. Aspac versus Stadium Bhinneka (dulu, sekarang Stadium Jakarta). Nah, mulai deh, “cuci mata” ke sana-ke mari. Dan jatuhlah pandangan saya sama sosok di atas dan waktu itu sama om J’ko alias Antonius Joko (sekarang asisten pelatih Aspac). Kenapa dua orang itu? Alasan yang sama mature dan tampan penampilannya. Ahhh... hehehe.
Kemudian mulai deh searching siapa saja roster Aspac kala itu di facebook –lagi hebohnya facebook-. Usai ketemu and then mulai deh, stalking foto-foto yang dia posting. Hihihi. Tampan bukan main. Hwehehehe. (duh, maaf ya, siapa pun yg jd suami saya nanti, jangan cemburu dengan tulisan ini :p).
Tapi... lamban laun... udah biasa aja, sih. Nggak ngefans fanatik. :p
Ternyata juga kita punya zodiak yang sama, gemini :)
Terus tahun loncat tahun dari 2009 sampai sekarang, nggak sangka pas punya akun instagram eh, dia follow saya,  semringah dong, ya. Nama akunnya "pacemanis". Padahal sebelumnya saya merasa belum follow dia, loh. Tapi entahlah mungkin saya yang lupa.


Trus, nggak disangka juga dia kasih like foto yang saya upload.  Saya mention dia, eh, ternyata dibales. Aaaahhh... sungguh di luar dugaan. :)

Ini bukan pertama kali sapaan saya ke pebasket idola dibales tapi yang murni follow akun saya pertama (bukan saya duluan) itu bang Vinton tapi dia juga salah satu pebasket yang kasih like untuk postingan saya, selain mas Acil (Stadium Jakarta).
Terima kasih, :)
FYI aja, setelah dari Aspac, bang Vinton pindah ke Garuda Bandung dan tahun ini direkrut Satria Muda. Selamat :)
Kapan kita foto bareng, ya? Belum keturutan foto bareng. Padahal foto-foto dengan pemain NBL lain sebagian besar amblas "kemakan" HD internal yang aus :(
Well, sekian intermezonya :)